Rekomendasi Buku Romansa bagi Kamu yang Hopeless-Romantic

Bagi yang bucin, hopeless-romantic aka suka berharap kisah romantis, atau gampang galau, yuk masuk!

Selamat Hari Literasi Internasional!

Warning: Silahkan langsung scroll hingga bagian divider jika tidak ingin baca celotehan saya.

 

Saat mendengar kabar dan diminta menulis tentang 8 September yang ternyata adalah Hari Literasi Internasional ini, saya mau tidak mau menjadi berpikir, kapan terakhir kali saya membaca habis sebuah buku? Mungkin miris, tapi sepertinya sudah lebih dari satu tahun yang lalu.

Kalaupun saya membaca buku, pasti ada hubungannya dengan tugas kuliah dan saya tidak pernah membaca penuh satu buku tersebut. Apa di antara kalian ada yang seperti saya? Haha.

Tulisan ini bisa jadi sekaligus merupakan refleksi diri saya untuk mengingat kembali “rasanya” menikmati sebuah buku. Kilas balik ke masa lalu – terutama masa SD dan SMP – dimana mayoritas bacaan saya adalah novel teenlit (teen literature) atau romansa. Maka dari itu, kali ini saya berniat untuk memberikan review sejumlah novel romansa yang sudah sempat saya baca, baik berbahasa Inggris maupun Indonesia. Selain itu, saya yakin bahwa kebanyakan orang – mungkin termasuk Anda – sebenarnya mengidamkan romansa di kehidupan masing-masing sehingga novel romansa cenderung mudah dibaca dan dinikmati.

Ps: urutan acak, bukan berarti saya lebih merekomendasikan salah satu buku.

  1. A Little Something Different – Sandy Hall (2014)

Jika diminta untuk menjelaskan secara singkat, menurut saya novel ini manis secara sederhana. Sebenarnya novel ini hanya menceritakan tentang sebuah kisah cinta biasa antara sepasang laki-laki dan perempuan. Nyaris tidak ada konflik dalam novel ini, selain kecanggungan mereka yang membuat saya gemas.

Hal yang menarik dari novel ini adalah kisah mereka yang ditulis dari sudut pandang berbagai makhluk – iya, tidak hanya manusia – yang menyaksikan adanya “sesuatu” yang spesial di antara mereka berdua.

Novel ini refreshing dan cocok jika kalian sedang tidak ingin bacaan yang berat.

 

  1. Eleanor & Park – Rainbow Rowell (2012)

Novel yang sudah sangat terkenal dan disukai banyak orang ini bercerita tentang kisah cinta antara Eleanor dan Park. Dari yang awalnya hanya duduk bersebelahan di bus, hingga akhirnya keduanya sama-sama bucin – alias budak cinta. Kisah mereka seperti mengingatkan tentang bagaimana rasanya cinta pertama itu.

Karakter Park – sang tokoh lelaki utama – adalah alasan besar kenapa saya suka dengan novel ini. Cara PDKT (pendekatan) Park sungguh subtle namun tetap manis dan disitulah saya menemukan karismanya. Saya yakin bukan hanya saya semata yang menyayangkan sosok Park hanya ada dalam bentuk dua dimensi.

 

  1. Aristotle and Dante Discover The Secrets of The Universe – Benjamin Alire Saenz (2012)

This book is beautiful.

Dua tokoh utama (keduanya laki-laki) di buku yang bertema LGBTQ ini – yaitu Ari dan Dante – pertama kali bertemu di area kolam renang lokal. Meski awalnya seperti tidak ada kemiripan, lama-kelamaan dua orang pendiam ini menjalin hubungan pertemanan yang “spesial”.

Tidak ada plot yang jelas di novel ini. Hanya berkisah tentang laki-laki yang seringkali marah, sedih, dan ia sendiri tidak tahu mengapa. Intinya, mengulik permasalahan kondisi remaja dan mental mereka. Meskipun begitu, novel ini sangat layak dibaca karena keindahan prosanya yang membuat banyak pembaca (menurut review di Goodreads) meneteskan air mata.

“I renamed myself Ari.
If I switched the letter, my name was Air.
I thought it might be a great thing to be the air.
I could be something and nothing at the same time.
I could be necessary and also invisible.
Everyone would need me and no one would be able to see me.”

 

  1. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye (2010)

Akhirnya, novel Indonesia, hehehe. Saya berkontemplasi cukup lama sebelum memutuskan untuk memasukkan novel ini karena novel ini terbitan lama, sehingga saya yakin akan diomeli editor saya.

Akan tetapi, plot, isi, pesan moral dari novel ini sungguh pantas untuk diulas.  Yah, anggap saja saya sedang berbaik hati menginfokan bagi yang belum pernah membaca.

Sama seperti semua novel Tere Liye lainnya, novel ini pun padat pesan moral. Perpaduan antara kosakata yang indah namun tetap simpel serta akhir cerita yang realistis membuat hati saya trenyuh. Agar lebih paham, berikut saya berikan salah satu kutipan yang terkenal dari buku ini.

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

 

  1. #Berhentidikamu – Gia Pratama (2018)

Meski belum selesai membaca buku yang satu ini, saya yakin bahwa buku karya seorang dokter ini layak untuk direkomendasikan. Apalagi untuk yang masih berjuang merantau dalam hal cinta.

Buku nonfiksi ini pada dasarnya menceritakan tentang pengalaman sang penulis –lika-liku perjalanan yang ditempuhnya sebelum akhirnya bertemu dengan istrinya sekarang.

Jika Anda membaca buku ini, selamat senyum-senyum sendiri. Banyak kutipan buku ini yang menurut saya cukup relate dengan kehidupan kita khalayak umum. Contohnya, saat kita yakin “dia” adalah jodoh kita tapi ternyata Tuhan berkata lain.

Nah, itulah 5 novel romansa yang saya rekomendasikan. Untuk novel nomor 1-3 Anda bisa mencari ebooknya secara legal (dan berbayar tentunya) di Google Books. Sementara untuk yang ke-4 dan 5 bisa Anda cari dengan mudah di toko buku terdekat. Selamat membaca! [Tania]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *