Elegan Menerima Kekalahan

 

Pernahkah kalian merasakan kekalahan? Bagaimana reaksi kalian terhadap hal tersebut? Sedih? Marah? Atau malah bersyukur?

Seperti kata pepatah, hidup adalah sebuah roda. Kadang kita diatas, kadang kita di bawah. Di satu kesempatan mungkin kita bisa menang. Tapi di kesempatan lain, kita harus bisa menerima kekalahan. Hanya saja, beberapa orang tidak dengan mudah menghadapi kenyataan bahwa mereka bukanlah pemenang seperti apa yang mereka harapkan. Verbruggen et al. (2016) melakukan sebuah penelitian tentang kecenderungan perilaku seseorang setelah kalah. Hasilnya, mereka yang kalah akan berbuat mengikuti kata hati mereka dan lebih berani untuk mengambil tindakan berisiko.

Kalahnya Basuki Thahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI putaran kedua mengundang banyak kesedihan bagi para pendukungnya. Perbedaan ekspektasi dan hasil nyata yang mereka alami membuat mereka marah, cemas, dan kecewa. Nah, apakah kamu pernah atau sedang merasakan hal seperti itu? Yuk, simak beberapa kiat dari beberapa ahli psikologi berikut ini agar pikiranmu tidak melulu terbelenggu oleh kekalahan, Psikomedian!

  1. Pahami bahwa kekalahan adalah hal yang wajar

Seperti yang disampaikan di awal, kehidupan tidak selalu berada di atas. Tapi tidak selalu juga berada di bawah. Carol Dweck (2006) menggolongkan pola pikir manusia menjadi dua, yaitu pola pikir yang berkembang dan pola pikir yang stabil. Orang dengan pola pikir berkembang akan melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan lebih memantapkan kemampuan, sedangkan mereka dengan pola pikir stabil beranggapan bahwa kegagalan adalah kesalahan dari takdir dan cenderung menyerah. Waduh, Psikomedian jangan sampai seperti itu, ya! Edison saja harus mencoba ratusan kali sebelum berhasil membuat lampu. Teruslah bangkit dari kegagalanmu!

  1. Lakukan relaksasi pernafasan

Dr. Herbert Benson (1975) dalam bukunya The Relaxation Response mengatakan bahwa mengambil napas panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan sudah terbukti ampuh untuk mengatur denyut jantung, nadi, dan aliran darah. Hal ini akan membuat tubuh terasa lebih rileks dan tenang. Lakukan berulang kali ketika kalian merasa kemarahan dalam diri kalian sudah terlalu menumpuk. Bayangkan pemandangan menenangkan seperti desiran ombak, hamparan sawah, atau indahnya langit senja.

  1. Jauhkan diri dari berita kekalahan

Untuk tips ketiga, biasanya ditujukan untuk kalian yang patah hati karena idola kalian kalah dalam suatu event, seperti Pilkada DKI atau pertandingan bola. Psikolog Mary Alvord pada salah satu wawancaranya mengutarakan bahwa perasaan hati yang tidak menyenangkan setelah kekalahan muncul dari pemberitaan yang selalu mengingatkan kita akan kekalahan tersebut. Kurangi intensitas browsing internet dan menonton TV, lakukan hal lain seperti hangout dengan teman, makan malam dengan keluarga, berolahraga, atau maraton nonton film.

  1. Selalu berpikir sebelum melakukan sesuatu

Saat kalian kalah mungkin ingin sekali rasanya menghujat yang menang, mengeluarkan kata-kata kasar, atau menginisiasi kerusuhan. Pikirkan matang-matang sebelum melakukan hal-hal tersebut. Alvord menegaskan, “Cobalah untuk melihat jauh, apakah langkah yang kalian ambil masih bisa disetujui oleh dirimu satu bulan kemudian?” Posisikan diri kalian dimana semua orang telah melupakan peristiwa tersebut, tidak ada lagi hingar-bingar pesta kemenangan maupun sungkawa kekalahan. Apa kalian yakin tindakan yang akan dilakukan tidak akan dianggap bodoh oleh dirimu di masa depan?

  1. Hargai kemenangan yang dirasakan lawan

Kemenangan lawan mungkin membuat kalian merasa iri. Perasaan tersebut adalah hal yang wajar, asal jangan berlebihan. Perlakukan lawan sebagai seorang pemenang, bukan orang yang menjatuhkan kalian. “Jika kalian adalah pemenang, kalian tentu menginginkan pengakuan, bukan hinaan dari lawan. Perlakukan lawan sebagaimana kalian ingin diperlakukan jika kalian adalah pemenangnya,” tutur Alvord.

  1. Membangun support system

Ketika menerima kekalahan, terkadang kalian ingin mencurahkan segala perasaan kalian kepada seseorang untuk merasa lebih lega. Namun, kalian perlu memilih dengan baik dengan siapa kalian akan bertukar cerita.  Sebagai seorang psikolog, Alvord  menyarankan untuk memilih orang-orang positif untuk dijadikan tempat curhat. Selain tidak akan membocorkan perasaan kalian, mereka akan memberi advice serta support yang bermanfaat!

  1. Take action!

Jangan biarkan diri kalian larut dalam rasa gundah akan kekalahan. Akan lebih baik jika kalian bangkit dari kekalahan tersebut. Lakukanlah sesuatu yang produktif, atau belajar dari kesalahan-kesalahan yang membuat kalian kalah. Dengan begitu, kalian dapat meningkatkan kemampuan kalian dan menghasilkan hal-hal bermanfaat.

  1. Melihat perspektif lain

Akan selalu ada pelangi setelah hujan, begitu kata orang bijak terdahulu. Kalimat ini memang benar-benar ampuh! Selalu ada hal indah dibalik suatu kejadian, meskipun kejadian tersebut merupakan kejadian yang kurang menyenangkan. Lihatlah sudut pandang lain dari setiap kekalahan, seperti mengenali kesalahanmu sehingga dapat diperbaiki di kemudian hari, dan lain-lain. Tanamkanlah sudut pandang positif dalam pikiran kalian!

  1. Menjadi contoh yang baik

Apabila kalian dapat menerapkan tips dan trik ini, kalian dapat menjadi model untuk orang lain, loh! Kalian dapat bermanfaat bagi yang lain dengan menyebarkan aura positif dari setiap kekalahan, atau mengajarkan hal-hal yang dibutuhkan ketika menerima kekalahan. Dengan melakukan seluruh hal ini, secara tidak langsung pertahanan diri kalian akan lebih tangguh!

  1. Tetap bersyukur

Last but not least, tanamkanlah rasa syukur di dalam benak kalian, meskipun setelah mendapat kekalahan tersebut. Tanamkanlah kalimat-kalimat seperti “Cuacanya indah hari ini” “Paling tidak, aku mendapat banyak relasi baru karena mengikuti kegiatan ini,” Sadar atau tidak, hal-hal kecil ini akan membuat perasaan kalian lebih baik, loh!

Bagaimana, nih, Psikomedian? Tips dan triknya bermanfaat sekali, kan? Semoga, kalian-kalian yang sedang dirundung rasa galau akan kekalahan, dapat mulai mengulas senyum setelah membaca post ini!:) [Nunay, Vilia]

 

Sumber:

Petrecca, L. (2016). Hillary Clinton Supporters: Here’s A Post Election Recovery Plan. Retrieved from https://www.usatoday.com/story/news/politics/elections/2016/11/06/12-tips-if-your-presidential-candidate-loses-trump-clinton-healing-america/93170124/

Sumber gambar:

https://hello-pet.com/ahok-sedih-pernyataan-2054310

 

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Festival Ajisaka 2019: Cipta Karya Insan Kreatif Peduli Lingkungan