Jonah Complex

With great power comes great responsibility.”

Kata-kata di atas mungkin sudah sering kita dengar, terlebih bagi penggemar tokoh pahlawan super Spider-Man, karena kalimat di atas diucapkan oleh Paman Ben dalam film Spider-Man yang dibintangi oleh Tobey Maguire pada tahun 2002. Kita tidak bisa menyangkal kebenaran dari kalimat tersebut, dengan kekuasaan yang besar, tanggung jawab kita juga akan semakin besar. Terdapat perbedaan tanggung jawab antara pemimpin dengan anak buahnya.  Tanggung jawab ketua sebuah organisasi akan lebih besar dibandingkan dengan anggota-anggotanya. Ternyata hal ini bisa menjadi salah satu penghalang kita mencapai kesuksesan karena kita takut untuk menggali potensi di dalam diri kita.

Istilah zona nyaman atau comfort zone sudah tidak asing lagi ktia dengar. Apa itu zona nyaman? Zona nyaman adalah suatu tempat atau situasi saat orang merasa nyaman dan tanpa tekanan. Tentu saja anjuran untuk keluar dari zona nyaman agar kita dapat menjelajahi hal-hal baru adalah sebuah nasehat yang tidak jarang kita dengar. Namun masih saja banyak dari kita—tidak terkecuali diri kita sendiri—yang enggan keluar dari zona nyaman dan ingin tetap menjadi biasa-biasa saja.

Mengapa?

Salah satu penyebab yang dapat menjelaskan keadaan ini adalah Jonah Complex. Istilah Jonah Complex ini diperkenalkan oleh Abraham Maslow, seorang psikolog dari Amerika. Nama Jonah Complex ini sendiri diambil dari seorang tokoh kitab suci, Nabi Yunus (Jonah) yang lari dari takdirnya. Maslow mengatakan, “Seringkali kita lari dari tanggung jawab yang diberikan, seperti Nabi Yunus yang lari—walaupun akhirnya gagal—dari takdirnya.” Jonah Complex adalah ketakutan untuk mencapai kesuksesan sehingga menghalangi pencapaian aktualisasi diri. Menurut istilah Jonah Complex dan beragam interpretasinya, ketakutan akan kesuksesan itu datang dari keengganan menerima tanggung jawab besar yang akan datang dari kesuksesan itu, takut akan kehidupan yang kurang keakraban personal, takut dikatakan arogan oleh orang lain, serta kurangnya efikasi diri seseorang (kepercayaan diri bahwa ia mampu melakukan sesuatu).

Apa yang harus kita lakukan?

Kita harus mengalahkan rasa takut tersebut. Lakukanlah hal-hal yang awalnya kita rasa tidak dapat dilakukan. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru karena bagaimanapun akan selalu ada saat pertama untuk semua hal. Tidak bisa dipungkiri, tanggung jawab yang besar mungkin menakutkan bagi beberapa orang, namun apabila kita tidak mendorong diri kita untuk keluar dari zona nyaman, maka kita tidak akan tahu kemampuan serta potensi diri kita yang sebenarnya. Selain itu, kita juga harus mengerti bahwa kegagalan itu adalah hal yang biasa dan umum terjadi pada semua orang. Hal yang membedakan orang sukses dengan orang yang putus asa adalah bagaimana mereka bangkit dari kegagalan tersebut dan menjadikannya sebuah pelajaran. [Katiya]

 

Daftar Pustaka

Feist, Jess & Gregory J. Feist. (2010). Teori Kepribadian,Terj.Handriatno. Jakarta:
Salemba Humanika.

Daftar Laman

http://academyofideas.com/2015/03/abraham-maslow-the-jonah-complex-and-the-fear-of-greatness/ Diakses pada 27 April 2016 pukul 19.21 WIB

Sumber Gambar

lauramcinerney.com 

 

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Di Balik Layar: Co-Fasilitator PPSMB UGM