Membangun Generasi dengan Pendidikan Pra-Sekolah yang Ideal

Selamat Hari Anak Nasional!

Ya, hari ini, tepatnya tanggal 23 Juli diperingati sebagai wujud kepedulian segenap bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pendidikan anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Peringatan Hari Anak Nasional kembali mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, serta pendidikan formal untuk membangun dan mengembangkan nalar dan ​skills​. Diharapkan nantinya akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air. Bicara soal pola pengasuhan, topik ini menjadi salah satu aspek terpenting bagi anak sebagai penunjang tumbuh kembangnya.

Tahun-tahun pertama anak menjadi sebuah periode yang sangat menentukan masa depannya. Kesalahan yang terjadi pada periode kritis akan membawa kerugian yang nyata pada masa depan bangsa. Yang tidak kalah penting, yaitu pembinaan anak semasa pra-sekolah, akan membuat anak lebih siap menghadapi masa sekolah dan seterusnya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sendiri adalah sebuah alternatif bagi orang tua untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki anak sejak dini berdasar pada kurikulum dari PAUD yang diikutinya. Namun, apa yang membuat sebuah PAUD dapat dikatakan berkualitas dan menjadi suatu kebutuhan penting bagi orang tua dan anak?

Berdasarkan ​Five Elements of a Good Preschool ​(Tulenko, Mader & Mongeau, 2018), setidaknya ada lima indikator tentang bagaimana sebuah pendidikan formal di usia dini yang berkualitas. Pertama, atmosfir dan desain kelas yang menarik. Sebuah kelas yang kondusif untuk kegiatan belajar-mengajar harus memiliki suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak serta ruang yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai macam kegiatan. Kemudian, yang kedua adalah kualitas pengajar. Guru harus mampu membimbing pertumbuhan akademik, meneladani perilaku yang baik di kelas, dan mengarahkan anak untuk menghadapi segala permasalahan. Ketiga, pengembangan sosio-emosional anak, PAUD harus mampu membantu anak mengerti perasaan dan interaksi dengan teman-temannya. Keempat, adalah peningkatan nalar, anak-anak akan mampu belajar keterampilan akademik dasar dalam membaca, matematika, sains, dan pemecahan masalah melalui penemuan dan kegiatan kreatif di PAUD. Yang terakhir adalah keamanan, anak tidak boleh berada pada risiko-risiko fisik yang dapat terjadi dan harus memiliki rasa aman saat dan ketika berada di pra-sekolah. Semua acuan ini penting bagi orang tua dan para praktisi pendidikan untuk menilai sejauh mana kualitas sebuah pendidikan formal di usia dini. Lantas, bagaimana meyakinkan orang tua bahwa PAUD adalah sebuah lembaga yang berguna bagi perkembangan pra-sekolah anaknya? Jawaban sederhananya, ada pada output yang dapat dihasilkan dan kurikulum yang dianut sistem pendidikan tersebut.

Pendidikan sendiri merupakan investasi yang memiliki efek positif jangka panjang bagi kehidupan anak-anak di masa depan. Sehingga, anak dapat bermanfaat dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Produktivitas bangsa di masa depan, tentu sangat ditentukan oleh bagaimana upaya pengembangan anak usia dini dilakukan. ​Pendidikan di sini hendaknya diartikan secara luas, mencakup seluruh proses stimulasi psikososial yang tidak terbatas pada proses pembelajaran yang dilakukan secara klasikal. Artinya, pendidikan dapat berlangsung di mana saja dan kapan saja, baik yang dilakukan sendiri di lingkungan keluarga, maupun oleh lembaga pendidikan di luar lingkungan keluarga.

Pengembangan anak usia dini, merupakan pilihan yang bijaksana dalam kaitannya dengan pembangunan SDM guna membangun masa depan bangsa yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan. Berdasarkan kajian neurologi dan psikologi perkembangan, kualitas anak dini usia dipengaruhi oleh faktor bawaan (nature), juga sangat dipengaruhi oleh faktor kesehatan, gizi, dan psikososial yang diperolehnya dari lingkungan. Karena faktor bawaan harus kita terima apa adanya, maka faktor lingkunganlah yang perlu direkayasa. Kita harus mengupayakannya semaksimal mungkin, agar kekurangan yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dapat diperbaiki.

Pembelajaran yang menyenangkan, merupakan pembelajaran yang berpusat pada anak dimana mereka akan mendapatkan pengalaman nyata yang bermakna bagi kehidupan selanjutnya. Pada gilirannya, melalui pendidikan anak dini usia yang dilakukan secara menyenangkan, akan lahir sumber daya yang siap menghadapi berbagai tantangan. Dengan bermain, anak akan memperoleh kesenangan, hingga memungkinkannya untuk belajar tanpa tekanan. Sehingga, di samping motorik, kecerdasan anak baik kecerdasan kognitif, sosial-emosional, spiritual dan kecerdasan lainnya pun akan berkembang optimal. Lebih penting lagi, kejenuhan belajar, akan berdampak pada semakin menurunnya prestasi dan nalar anak.

Mengingat banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bakat dan nalar, utamanya lingkungan, maka perhatian para pendidik dan praktisi pendidikan terhadap pentingnya membangun pendidikan pra-sekolah bagi anak. Harapannya, anak akan jadi lebih siap belajar dan mudah beradaptasi dengan baik pada saat di sekolah kelak.

 

Referensi:

Ayers, W. (1989). The good preschool teacher. Teachers College Press.

Tulenko, J. D., Mader, J., & Mongeau, L. (2018). The 5 Elements Of A Good Preschool. Diambil dari https://www.huffpost.com/entry/five-elements-of-a-good-preschool_b_5bbe3704e4b0b9948ee27be9

Umiker-Sebeok, D. J. (1979). Preschool children’s intraconversational narratives. Journal of Child Language, 6(1), 91-109.

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Penyandang Disabilitas Intelektual dan Mental dalam Keikutsertaan Pemilu