Memperingati Hardiknas, Yuk Cek Cara Belajar Berikut!

Hari ini, 2 Mei 2019 diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia (Hardiknas). 2 Mei sendiri sebenarnya dipilih karena merupakan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang mendirikan sekolah Taman Siswa. Tentu saja, ditetapkannya Hardiknas bukan semata-mata sebagai peringatan kelahiran Bapak Perintis Pendidikan Nasional saja, melainkan sebuah momentum untuk menumbuhkan serta memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme.

 

logo resmi Hardiknas 2019 dari Kemdikbud.go.id

Saat di bangku sekolah, biasanya selalu diadakan upacara untuk memperingati hardiknas. Akan tetapi, setelah beranjak dari bangku sekolah, bukan berarti tidak ada yang bisa kita lakukan untuk memperingati Hardiknas. Tentunya kita tidak perlu diberitahu lagi tentang pentingnya pendidikan demi kemajuan bangsa. Umumnya kita sudah mencapai fase dimana kita sudah bisa belajar tanpa perlu diingatkan. Jika beruntung, beberapa di antara kita sudah tahu cara belajar yang paling cocok dan efektif untuk diri kita masing-masing. Tapi kalau belum, jangan khawatir! Mungkin beberapa tips di bawah bisa jadi pertimbangan untuk dicoba.

  1. Understand the meaning

Ketika belajar, usahakan untuk selalu memahami maknanya. Seringkali saat belajar, kita cenderung untuk sekadar membaca dan mengulang-ulang informasi agar cepat hafal. Berdasarkan penelitian Craik dan Lockhart (1972), proses menghafal dengan memahami maknanya akan menghasilkan memori yang lebih baik daripada pengulangan.

Maka dari itu, ketika bertemu dengan suatu kata asing yang tidak kita ketahui artinya, sebaiknya cari tau lebih lanjut tentang pengertian kata itu.

 

  1. Visual Imagery

Hal ini diteliti oleh Bower dan Winzenz (1970), imajeri visual adalah membuat gambaran mental di kepala dengan cara menghubungkan dua kata. Maksudnya adalah membayangkan interaksi antara dua kata atau lebih dalam benak kita.

Sebagai contoh, dua kata yang perlu dihafal adalah piano dan cerutu. Maka kita bisa membayangkan cerutu yang memainkan piano, walau hal itu tidak mungkin.

 

  1. Link It to Yourself

Ketika mendapat informasi baru, usahakan untuk mencari kaitannya dengan diri kita sendiri, se-random apapun itu. Hal ini sudah terbukti hasilnya lewat penelitian Rogers dkk (1977), ketika diberi sekelompok kata untuk dihafalkan, seseorang lebih mengingat hal yang mendeskripsikan dirinya.

 

  1. Generate Information

Menurut Slamecka dan Graf (1978), menciptakan/memproduksi sendiri suatu informasi daripada menerima secara pasif akan meningkatkan belajar dan ketahanan informasi tersebut.

Jika dipraktikan secara nyata, contohnya adalah ketika merangkum materi, rangkailah kata dan kalimat sesuai bahasa kalian sendiri.

 

  1. Mind Map

Mind map adalah teknik mencatat dengan membuat peta pikiran, seringkali menggunakan banyak panah dan simbol daripada kalimat. Mind map merupakan salah satu cara belajar yang paling terkenal dan direkomendasikan oleh kebanyakan orang.

Waktu awal mencoba teknik mind map, mungkin akan terasa sulit dan bingung karena membutuhkan kreativitas. Namun dari sebuah penelitian (Metu, 2012) ditemukan bahwa mahasiswa ekonomi yang mencatat dengan cara mind map mengalami peningkatan keberhasilan akademik.

 

  1. Communicative Oriented

Menurut penelitian Wong dan Nunan (2011), pelajar bahasa Inggris di Hongkong yang efektif cenderung menggunakan gaya yang komunikatif. Yang dimaksud dengan gaya komunikatif adalah seperti melakukan obrolan langsung, mendengar cara bicara dari tv atau film, menggunakan subtitle berbahasa Inggris, dll. Sementara mayoritas pelajar yang tidak efektif menggunakan cara konvensional seperti senang dikoreksi guru, mencatat, dll.

 

  1. Try to Enjoy What You Learn

Terakhir dan yang terpenting adalah menikmati apa yang kita pelajari. Dengan begitu, sesulit apapun hal yang kita pelajari maka kita tidak akan mudah bosan dan jenuh. Hal ini sudah terbukti, masih dari hasil penelitian yang sama seperti poin sebelumnya, lebih dari 70% pelajar yang efektif dalam berbahasa Inggris melaporkan sangat menikmati belajar bahasa Inggris.

 

Nah, bagaimana? Diluar tujuh cara yang sudah disebutkan, tentunya masih banyak cara yang lain. Maka dari itu, jangan menyerah untuk terus eksplorasi mencari gaya belajar yang sesuai dengan kebiasaanmu dan ingatlah bahwa setiap bidang pelajaran akan cocok dengan cara belajar yang berbeda-beda. (Tania)

 

 

REFERENSI

Goldstein, E. B. (2011). Cognitive psychology. Florence, Ky: Wadsworth, Cengage Learning.

Ki Hajar Dewantara – Inilah nama-nama asli 7 pahlawan Indonesia. (n.d.). Retrieved April 27, 2019, from https://www.merdeka.com/ki-hadjar-dewantoro/

Metu, I. C., & Madu B. (2012). Effect of mind map as a note-taking approach on students’ achievements in Economics [Abstract]. Journal of Emerging Trends in Economics and Management Sciences,3(3), 247-251.

Taba, H. (1966). Teaching strategies and cognitive functioning in elementary school children. Washington, D.C.: U.S. Dept. of Education, National Institute of Education, Educational Resources Information Center.

Wong, L. L., & Nunan, D. (2011). The learning styles and strategies of effective language learners. Elsevier,39(2), 144-163. doi:10.1016/j.system.2011.05.004

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Thirteen Reasons Why: Kaulah Alasanku Mengakhiri Hidup