#OneStudentOneTumbler Ajak Mahasiswa Kurangi Penggunaan Botol Plastik

Tak seperti biasanya, Selasa (11/4) siang Selasar Hall D Fakultas Psikologi terlihat dipadati oleh para mahasiswa. Pasalnya, kampanye penggunaan tumbler yang dilaksanakan oleh mahasiswa magister profesi psikologi klinis (mapro klinis) angkatan 13 cukup menarik perhatian. Acara yang diawali dengan penampilan dari KRST ini dilaksanakan sebagai pemenuhan tugas intervensi komunitas sekaligus komitmen mahasiswa mapro klinis untuk ikut andil dalam menjaga dan peduli kepada lingkungan.

Acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa magister profesi klinis ini memiliki 4 rangkaian tema dari kelompok yang berbeda. Salah satunya adalah kampanye #OneStudentOneTumbler yang diprakarsai oleh Ana dkk. Sebagai bentuk komitmennya untuk menjaga lingkungan, Ana dkk bermaksud ingin mengurangi akumulasi sampah plastik di kawasan kampus utamanya Fakultas Psikologi. Ana melihat di lingkungan kampus masih banyak mahasiswa yang menggunakan botol/gelas plastik sekali pakai untuk minum padahal pihak fakultas telah menyediakan fasilitas water dispenser yang dapat digunakan secara bebas tanpa biaya. Hal inilah yang menggelitik Ana dkk untuk membumikan penggunaan tumbler dan menjadikan kampus psikologi menjadi kampus hijau yang ramah lingkungan serta menjadi contoh untuk fakultas-fakultas lain.

Kampanye #OneStudentOneTumbler mengajak warga psikologi untuk membawa tumbler masing-masing dan apabila sewaktu-waktu membutuhkan minum dapat mengisinya di water dispenser yang telah disediakan. Kegiatan ini tidak semata-mata untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, tetapi yang terpenting adalah kontribusi nyata dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan kampus. Terlebih lagi, plastik berkualitas tinggi membutuhkan waktu 12.000  tahun untuk bisa terurai dan menjadi bagian dari alam yang ramah.

Dalam sambutannya, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku perwakilan dosen pengampu mata kuliah intervensi komunitas menyampaikan bahwa setiap tahun UGM menghasilkan sekitar 1,8 ton sampah plastik. Angka ini dinilai cukup fantastis untuk memberikan pengaruh terhadap lingkungan yang akan diwariskan kepada anak cucu kita nanti. “Apa yang dilakukan oleh mahasiswa mapro klinis ini adalah niatan yang sangat baik. Apabila one student one tumbler benar-benar terealisasi dengan baik maka kita akan bisa mengurangi kontribusi polusi plastik,” ujar Rahmat. Selain itu, Rahmat juga mengajak seluruh warga psikologi untuk mendukung dan ambil bagian dalam kampanye ini. Cukup dimulai dari hal yang kecil seperti menghindari penggunaan botol/gelas plastik yang sekali pakai dan menggantinya dengan menggunakan tumbler. Lebih baik lagi jika setiap orang dapat mengajak 2-3 orang lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Senada dengan Rahmat, para mahasiswa merasa mendapat manfaat dari adanya kampanye ini. Informasi yang didapat dari leaflet yang diberikan dapat menambah pengetahuan mengenai kriteria tumbler yang baik untuk digunakan berulang kali. Di samping sangat edukatif, kampanye ini juga menyadarkan mahasiswa untuk membawa tumbler sebagai pengganti kemasan plastik sekali pakai. “Sebenarnya aku sudah terbiasa membawa tumbler, tetapi dari kampanye ini aku mendapat beberapa pengetahuan yang baru aku tahu seputar kemasan plastik sekali pakai. Pesanku untuk teman-teman jangan lupa membawa tumbler, ya!”, ujar Primadhany, mahasiswa psikologi 2016.

Acara kampanye yang dipandu oleh Ana dan Zila ini berlangsung seru dan menyenangkan. Kampanye terasa mengalir dan tidak terlihat unsur pemaksaan. Terlebih, di setiap rangkaian acara diselingi oleh kuis berhadiah dan penampilan KRST. Tidak hanya kampanye, Ana dkk juga mengajak mahasiswa yang telah terbiasa membawa tumbler untuk mengisi Petition for Go Green yaitu penampungan aspirasi atau petisi untuk melestarikan lingkungan di selembar kain yang telah disediakan. Selain itu, juga disediakan photobooth bagi siapa saja yang ingin mengambil gambar untuk menunjukkan dukungannya terhadap kampanye #OneStudentOneTumbler.

Tidak berhenti di situ saja, kampanye #OneStudentOneTumbler yang berlanjut pada hari Kamis (13/4), bersamaan dengan ketiga tema kampanye lain, berlangsung lebih meriah dengan berbagai games seru dan bingkisan yang lebih banyak dari hari sebelumnya. Antusiasme warga psikologi juga terlihat luar biasa karena terlihat jauh lebih ramai. Untuk itulah kedepannya warga psikologi diharapkan memberikan respon positif dari adanya kampanye semacam ini dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dan menggantinya dengan membawa tumbler. [Danti]

 Sumber gambar: Psikolens

 

 

 

 

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Talkshow dan Launching Majalah Psikomedia 2013: Game