PASAKRAB 2020 : Melipur Hati Seraya Bernostalgia Melintasi Waktu

Liputan khusus Pas Akrab, acara tahunan persembahan S1 psikologi 2019

Panggung dan penampilan musik
Pas Akrab 2020

Psikomedia, Yogyakarta Jumat (28/02), Pentas Keakraban (Pasakrab) Fakultas Psikologi UGM kembali hadir dengan suasana meriahnya yang khas. Pasakrab 2020, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan di Fakultas Psikologi tercinta. Pasakrab 2020 ini merupakan ajang mengakrabkan diri bagi angkatan 2019 sebagai sebuah keluarga baru setelah mengikuti Psikologi Rumah Kita (PRK) dan Temu Kenal Akrab (TKA) 2019. Tak hanya itu, bagi Ahimsa, mahasiswa Psikologi angkatan 2019 dan selaku ketua pelaksana Pasakrab 2020, Pasakrab merupakan sebuah dedikasi dari angkatan 2019 kepada masyarakat Fakultas Psikologi UGM yang dikemas dalam bentuk penampilan seni seperti musik dan puisi.

Pasakrab kali ini mengangkat tema “Solastalgia: Nostalgia Pelipur Lara”. Solastalgia diambil dari kata solace yang berarti istirahat dan nostalgia. Kata solastalgia kerap kali dimaknai sebagai pencarian solace bagi diri sendiri melalui nostalgia masa lalu yang jauh dari kompleksnya kehidupan saat ini. Melalui Pasakrab 2020, diharapkan pengunjung dapat terhibur lewat suasana tempo dulu yang kental. “Jadi kita mencari solace lewat nostalgia pada masa – masa jaman dulu yang masih sederhana,” tambah Ahimsa.

Mendukung tema tersebut, Pasakrab 2020 dihiasi oleh photobooth bernuansa tempo dulu dan menyulap ruang G-100 menjadi sebuah instalasi bioskop dengan film-film tempo dulu. Selain bernostalgia, instalasi ini juga sangat cocok dijadikan spot untuk berfoto ria. Menariknya lagi, maskot-maskot tokoh film jaman dulu seperti Dono, Kasino, dan Indro, siap menemani pengunjung instalasi.

Suasana Pasakrab 2020 pada sore hari

Memasuki gerbang Solastalgia, pengunjung dapat menyampaikan pesan atau cerita #KALIPERTAMAKU yang nantinya akan dibacakan oleh MC. Pengunjung boleh menuliskan pesan atau cerita secara anonim maupun dengan menuliskan nama. Bagi pengunjung yang menuliskan namanya, ia akan dipanggil ke panggung untuk menceritakan pengalaman #KALIPERTAMAKU tersebut.

Banyak juga stand-stand hadir di Pasakrab 2020 yang menghidangkan berbagai macam kuliner seperti makanan ringan, berbagai jenis minuman, hingga makanan-makanan yang cukup mengenyangkan. Psikomedia sendiri menyiapkan stand makanan yang menjual mie instan dalam cup yang cukup ramai digandrungi para pengunjung Pasakrab 2020 ini. Tak hanya stand-stand makanan, Pasakrab sendiri juga menyediakan kupon yang dapat ditukar dengan menu angkringan, seperti nasi kucing, gorengan, dan sate.

Stand makanan Pasakrab 2020

Pasakrab 2020 sendiri mulai dibuka pukul 16.30 WIB oleh Ghea dan Ara selaku pembawa acara, dilanjutkan sambutan oleh Pak Ardian selaku perwakilan dosen, serta sambutan oleh ketua pelaksana Pasakrab 2020. Penampilan pertama dibuka dengan pembacaan puisi oleh Erwanda Ersa mahasiswa Psikologi 2019. Selain itu hadir pula band-band menarik yang turut memeriahkan Pasakrab, seperti  Runner Ups, Skizofriend, Gray Cheeto, Terereng, Me & Friend, KRST, Mnemonics, Afriza and His Friends, Mobil Goyang, After Ishoma, dan Anggur Trico.

Pasakrab 2020 ini berjalan dengan lancar dan sukses menghibur para masyarakat Fakultas Psikologi. Banyak dari peserta dan panitia yang merasa acara ini sangat memorable. Yaya mahasiswa Psikologi 2019  yang berperan sebagai koordinator dekorasi, merasa Pasakrab 2020 sangat berperan dalam mengakrabkan dirinya dengan mahasiswa Psikologi UGM lainnya, terlebih angkatan 2019. Ia merasa tema yang diusung kali ini dapat membawa pengunjung ke suasana yang berbeda dari biasanya.

Pengunjung pun turut memberikan kesan yang positif pada Pasakrab kali ini. “Acaranya asik, pengisinya juga keren-keren, aku suka sama dekorasinya dan dapat makanan gratis itu senang banget”, ungkap mahasiswi psikologi yang merupakan salah satu pengunjung Pasakrab. Akhirnya, pukul 22.00 WIB Pasakrab 2020 ditutup oleh Anggur Trico dengan penampilannya yang atraktif dan membuat riuh para pengunjung.

Penulis: Maria Lintang Restu dan Tasya Asdityasha

Editor: Jinggan Anggun P

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
May Day: Suara Perjuangan yang Tak Pernah Mati