Pembukaan Lustrum XI Fakultas Psikologi UGM

Pada Jumat, 25 Oktober 2019 Fakultas Psikologi UGM mengadakan Pembukaan Lustrum XI. Sesuai namanya, acara ini diselenggarakan sebagai pembuka dari keseluruhan rangkaian Lustrum XI Psikologi UGM yang dipenuhi dengan berbagai acara hingga Januari nanti.

Jadwal rangkaian acara menuju Lustrum XI Psikologi UGM

Acara dimulai MC pada pukul 07.30 pidato yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Faturochman, M.A., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kegiatan yang membutuhkan latihan sejak beberapa hari sebelumnya, yaitu flashmob yang diikuti oleh semua pihak fakultas – baik dosen, mahasiswa, maupun staff. Flashmob yang berdurasi sekitar 5 menit tersebut menggunakan latar belakang beberapa lagu yang sudah di-mix, seperti versi baru dari lagu “Bebas” karya Iwa K, “Uptown Funk” milik Bruno Mars, bahkan lagu asal Korea Selatan – “Boombayah” dari Blackpink, dan sebagainya.

Usai flashmob berakhir, MC kemudian mempersilahkan seluruh pihak fakultas untuk menikmati makan pagi bersama yang sudah disiapkan di Hall D Fakultas Psikologi. Tentunya, ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak – terutama mahasiswa – karena sarapan diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Contoh dari beberapa menu yang disiapkan adalah nasi pecel, bakso, jus, serta jajanan angkringan. Kegiatan makan bersama ini diiringi dengan hiburan musik dan nyanyian, serta berlangsung hingga pukul 10.00.

Sarapan bersama

Selain acara sarapan bersama, pada saat yang bersamaan ada dua fasilitas lain di Hall D yang dipersiapkan oleh fakultas untuk membantu menyemarakkan suasana, yaitu donor darah dan Pojok Curhat. Fakultas mengundang PMI Kabupaten Sleman, yang kemudian mengirimkan bus donor darah ke lokasi acara. Seluruh pihak dibebaskan untuk mendonorkan darahnya di dalam bus ber-AC tersebut.

Sementara, Pojok Curhat adalah fasilitas yang dipersiapkan untuk melayani cerita atau curhatan. Disini, mereka yang sedang merasa down atau ada masalah dapat berbincang dengan tim Pojok Curhat. Selain konseling, Pojok Curhat juga dapat memberikan asesmen kesehatan mental.

Booth Pojok Curhat

Pada pukul 10.00, acara seminar di Auditorium G-100 pun dimulai. Seminar yang dipersiapkan oleh panitia lustrum fakultas ini bertajuk “Seminar Karir: Sukses Berkarir di NGO dan BUMN”. Acara yang bertema tentang mencari pekerjaan ini dapat diikuti secara gratis oleh seluruh khalayak umum, dengan pihak dari luar Psikologi UGM membayar commitment fee yang kemudian dikembalikan. Seminar dibuka oleh MC yang berbincang santai dengan peserta sembari membagikan beberapa voucher secara gratis. Kemudian, diambil alih oleh moderator, Rosalia Nugraheni, seorang psikolog yang juga merupakan founder serta CEO dari Naraya Consulting.

Pembicara pertama tidak lain adalah Tri Hutama Pamungkas, seorang alumni yang saat ini menjabat sebagai Manajer Pengembangan Materi dan Pengolahan Data di PT PLN. Pada sesinya ia menceritakan berbagai keuntungan bekerja di BUMN (Badan Usaha Milik Negara), serta peran penting psikologi sebagai pihak pendukung BUMN. Tri Hutama menjelaskan, bahwa BUMN yang berjumlah 118 dan terbagi di 13 sektor milik negara ini, merupakan pencetak talenta bangsa. Hal tersebut dapat dilihat dari fakta banyaknya wirausaha sukses serta pejabat negara yang dulunya sempat bekerja di BUMN, termasuk Presiden Jokowi. Oleh karena itu, ia mendorong peserta untuk melirik ke lapak pekerjaan assessor, seseorang – biasanya lulusan psikologi – yang bertugas untuk melakukan asesmen pada rekrutmen serta seleksi di berbagai BUMN. Menurutnya, beberapa keuntungan menjadi assessor antara lain adalah: gaji yang kompetitif, waktu kerja fleksibel (seringkali hanya beberapa bulan dalam satu tahun), serta kesempatan untuk travelling.

(dari kiri ke kanan) Tri Hutama Pamungkas, Dwi Wahyu Arif Nugroho, dan Rosalia Nugraheni

Sesi selanjutnya diisi oleh Dwi Wahyu Arif Nugroho, yang merupakan President Director dari Yayasan Senyum Kita. Yayasan Senyum Kita sendiri adalah sebuah lembaga sosial yang fokus untuk membantu pendidikan dan pemberdayaan anak muda. Pada sesinya, ia bercerita tentang tujuan, visi, misi, serta program yang ada di Yayasan Senyum Kita.  Ia juga menjelaskan tentang bagaimana yayasan dapat memperoleh keuntungan, yaitu dari margin atau selisih dana dari pengelolaan seluruh program-program yang ada.

Sebenarnya ada 1 lagi pembicara, yaitu Pradytia Putri Pertiwi, seorang mantan project manager di sebuah NGO (non-governmental organisation). Akan tetapi, sayangnya, ia berhalangan hadir karena mendadak ada pertemuan lain yang penting. Sebagai penggantinya, panitia memutarkan video Pradytia yang mengenalkan kampus tempat ia melanjutkan kuliah, yaitu Sydney University.

Jika disimpulkan, pengetahuan yang didapat dari dua pembicara yang hadir ialah bahwa banyak lapangan kerja yang bisa digeluti oleh lulusan sarjana psikologi. Tidak hanya psikolog klinis, HR (human resources), atau konselor karena psikologi itu luas, dimana ada manusia maka di situ pula psikologi dapat digunakan. [Septania]

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Salam Psikomedia!