People Pleaser: Semua Tentang Nggak Enakan

Kenapa sih susah banget nolak?

“Oh, sekarang ya? Oke deh.”
“Iya bentar ya, aku on the way.”
“Aku mau nolak, tapi nggak enak sama dia nih.”

Apakah kalimat tersebut sering terucap dari diri kalian? Walaupun kalian tidak menginginkannya? Apakah kalian sering merasa nggak enakan? Bisa jadi kalian termasuk people pleaser. Kok bisa? Mari kita bahas lebih dalam tentang people pleaser. 

Menurut seorang social psychologist, Susan Newman,  people pleaser adalah orang yang memiliki kecenderungan untuk menyenangkan orang lain. People pleaser menomorsatukan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan diri hanya untuk diterima, disukai, dan diandalkan di segala sesuatu. Apa saja ciri-ciri seorang people pleaser

Berikut adalah ciri-ciri people pleaser :

1 – Selalu setuju dengan pendapat orang lain
People pleaser selalu setuju dengan pendapat orang lain agar tidak terjadi konflik hanya karena perbedaan pendapat.
2 – Sulit mengatakan ‘tidak’
Walaupun di dalam diri ingin menolak permintaan orang lain, people pleaser akan tetap menerimanya. Hal ini mereka lakukan karena takut orang lain berpikir bahwa mereka adalah orang yang tidak peduli. 
3 – Merasa bertanggung jawab terhadap perasaan orang lain
People pleaser sangat ingin disukai dan menyenangkan orang lain sampai-sampai mereka merasa bertanggung jawab terhadap perasaan orang lain atas apa yang mereka lakukan. Mengetahui bagaimana dampak perilaku kita terhadap orang lain memang sesuatu yang baik, tetapi apa yang orang lain rasakan bukanlah tanggung jawab kita.
4 – Mudah memaafkan 
Memaafkan orang yang telah melukai dirinya mudah bagi people pleaser. Hal ini mereka lakukan agar hubungannya dengan orang lain tetap terjaga. 
5 – Merasa bersalah dan meminta maaf walaupun bukan kesalahannya
Meminta maaf atas kesalahan yang tidak dilakukan adalah salah satu ciri people pleaser yang sangat mudah diketahui. Mereka meminta maaf karena merasa tidak nyaman atas kesalahan yang tidak mereka lakukan. 

Di balik perilaku seseorang, pasti ada faktor-faktor yang mendorongnya untuk berperilaku. Begitu pula pada people pleaser. Terdapat faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi people pleaser, yaitu keyakinan diri dan parenting. Keyakinan diri untuk disukai semua orang membuat seseorang menjadi people pleaser. Parenting yang sering tidak memaafkan kesalahan dan menolak pendapat anak dapat membentuk anak menjadi people pleaser. Anak menjadi orang yang ingin diterima dengan cara menjadi apa yang orang lain harapkan. 

 Menolong dan menerima ajakan orang lain adalah hal yang baik. Namun, menjadi people pleaser dengan selalu mengiyakan apa yang orang lain minta justru bisa merugikan kita, seperti tidak menjadi diri sendiri, direndahkan, dan dimanfaatkan. Oleh karena itu, kita harus berhenti menjadi people pleaser. Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk berhenti menjadi orang yang ‘nggak enakan’ :

1- Self awareness
Hal yang paling utama sebelum mengubah sesuatu adalah mengenal diri. Self awareness adalah cara untuk mengenal diri lebih dalam. Self awareness membuat kita lebih tahu perasaan yang dialami  dan hal yang ingin dilakukan. 

2 -Belajar mengatakan tidak
Mengatakan tidak pada orang lain memang terasa sulit bagi people pleaser. Namun, seiring berjalannya waktu, orang-orang di sekitar akan mengerti keinginan kita dan berusaha menghargai keputusan yang dibuat. 

3 – Memberi Jeda 
Ketika dihadapkan sebuah pilihan, people pleaser terbiasa menghadapinya dengan spontan. Oleh karena itu, sangat perlu memberi jeda agar kita bisa berpikir lebih dalam tentang keinginan dan risiko apa yang kita dapatkan dari keputusan yang akan kita buat. Misalnya, hari ini seorang teman meminta kita untuk menggantikannya berjaga minggu depan. Kita bisa meminta jeda satu hari kepada teman untuk berfikir dahulu jawaban apa yang akan kita berikan. 

Menjadi orang yang gemar menolong dan disukai orang adalah hak setiap orang, tetapi jangan sampai keinginan itu membentuk kita menjadi seorang people pleaser. 

Penulis : Endah Ratnaningsih
Editor : Septania Nurdika

Referensi : 
Cohen, S. I. 2018. How I Learned to Stop Being a People-Pleaser. Retrieved from  https://www.google.com/amp/s/www.psychologytoday.com/us/blog/your-emotional-meter/201803/how-i-learned-stop-being-people-pleaser%3famp
Raypole, C. 2019. How to Stop People-Pleasing (and Still Be-Nice). Retrieved from https://www.healthline.com/health/people-pleaser

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Resiliensi: Tetap Tegar Menghadapi Cobaan