Psikosomatik: Saat Pikiran Mengontrol Kondisi Fisik

Menjaga kewarasan dalam masa sulit pandemi

Pada masa penyebaran Covid-19 ini, kepanikan masyarakat adalah hal lain yang harus diredakan selain virus itu sendiri. Banyaknya liputan media maupun berita hoax yang sengaja dibuat oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang terus menjejali pikiran kita belakangan ini membuat beberapa orang lantas mengeluh bahwa mereka mengalami batuk, pilek, bahkan sesak napas—mirip seperti gejala Covid-19 yang diumumkan secara luas.

            Dikutip dari Special Report iNews, Dokter dari Omni Hospital, dr. Andri, Sp. KJ,  mengatakan bahwa kepanikan dan kecemasan yang berlebihan akan Covid-19 dapat membuat tubuh kita ‘memproduksi’ gejala-gejala yang mirip dengan virus ini. Dalam bahasa medis, hal ini dikenal dengan istilah psikosomatik. Psikosomatik sendiri adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik.

            Psikosomatik adalah hal yang harus dikontrol, terlebih pada kondisi seperti sekarang ini. Ketidaknyamanan yang kita rasakan dari kondisi ini secara umum  memengaruhi cara kita berperilaku, seperti tiba-tiba merasa sesak saat mengetahui bahwa salah seorang tetangga kita mendapat status Orang dalam Pengawasan (ODP). Selain itu, meskipun tidak berpengaruh secara langsung, psikosomatik dapat menurunkan sistem imunitas seseorang dalam jangka panjang. Lantas, bagaimana cara menghindari kondisi psikosomatik ini?

            Menurut Psikolog Intan Erlita dalam Special Report iNews pula , ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai upaya mengontrol diri dari psikosomatik.

  1. Social Media Distancing

Beragam jenis berita hoax lebih cepat tersebar daripada berita yang sudah teruji validitasnya, sehingga membuat banyak orang memercayai hal itu sebagai suatu kebenaran. Social media distancing ini adalah suatu solusi efektif untuk mengurangi paparan berita hoax yang dapat menimbulkan kecemasan dalam diri kita.

2. Memilih Sumber Berita yang Kredibel

Bukannya menarik diri penuh dari pemberitaan, yang kita butuhkan adalah liputan-liputan yang sudah teruji kredibelitasnya. Pernyataan dari pemerintah, liputan di televisi, dan berita-berita dari situs terpercaya dapat menjadi pilihan bagi kita untuk tetap up-to-date.

3. Pegang Kendali Penuh

Kendalikan pikiran kita sendiri dengan menjaga pola pikir positif. Jika merasa suatu berita yang kita baca tidak berdasarkan fakta, maka jangan menyebarkan berita tersebut kepada siapapun. Begitu pula jika kita merasa orang yang kita ikuti di sosial media hanya menyajikan berita-berita negatif, kita dapat memutuskan untuk meng-unfollownya demi kebaikan kita sendiri.

4. Hubungi Psikiater

Jika kondisi psikosomatik terus berlanjut, kita dapat meminta bantuan psikiater yang akan melakukan diagnosis secara menyeluruh, mulai dari seberapa besar tekanan lingkungan, kepribadian penderita, durasi penyakit, dan lain-lain (dr. Allert Benedicto Ieuan Noya, 2018). Hal ini akan sangat berpengaruh untuk mengurangi keluhan fisik yang dialami oleh penderita psikosomatik.

            Untuk memerangi penyebaran Covid-19 ini, memang tidak cukup hanya dengan menjaga kondisi fisik. Kesehatan psikis menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. Tips-tips di atas menjadi upaya untuk menjaga kesehatan psikis agar imun dalam tubuh kita tetap stabil sehingga mampu menangkal berbagai macam virus dan penyakit.


Penulis : Safira Ulinnuha

Editor : Gita Dewantry

Pustaka

Andri & Erlita, Intan. 2020. Interview of ‘Special Report iNews’ on their houses, March 27th.

Noya, Allert Benedicto Ieuan. 2018. Retrieved from https://www.alodokter.com/mengenali-gangguan-psikosomatik-dan-cara-mengobatinya

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Kriptomnesia: Plagiarisme yang Tidak Disengaja