[ Resenpsy ] Shutter Island

“Which would be worse, to life as monster or to die as a good man ?”

Judul : Shutter Island

Tahun : 2010

Genre : Mystery, Thriller, drama

Penulis skenario : Laeta Kalogridis

Pemain : Leonardo DiCaprio, Mark Rufallo, Ben Kingsley

Shutter Island merupakan film adaptasi dari novel karya Dennis Lehane dengan genre psychological thriller. Film tersebut bercerita tentang Andrew Leaddis (Leonardo DiCaprio), seseorang yang mengalami penyakit kejiwaan setelah menembak mati istrinya sendiri lantaran kecewa terhadap perbuatan sang istri yang tega membunuh anak-anaknya. Setelah membunuh istrinya, ia dimasukkan ke dalam penjara rumah sakit jiwa karena tidak mengakui perbuatannya dan menciptakan delusi mengenai dirinya.

Berlatar belakang tahun 1954, film ini diawali dengan delusi Andrew Laeddis yang menganggap bahwa ia adalah seorang Marsekal Amerika Serikat bernama Teddy Daniel yang diberi tugas untuk melakukan penyelidikan. Penyelidikan tersebut dilakukan untuk mengungkap kasus hilangnya seorang pasien rumah sakit jiwa Ashecliffe bernama Rachel Solando di Pulau Shutter. Selama melakukan penyelidikan, Teddy Daniel ditemani oleh Chuck Aule (Mark Rufallo) yang merupakan seorang marsekal dari Seattle. Teddy membutuhkan data pasien dan data perawat rumah sakit ketika melakukan penyelidikan, namun ia tidak diizikan mendapatkan datanya oleh dr. Cawley (Ben Kingsley) yang merupakan kepala psikiater rumah sakit Ashecliffe. Kemudian Teddy meminta bertemu dengan psikiater yang menangani Rachel Solando yaitu dr. Lester Sheehan. Namun Teddy tidak dapat menemui dr. Sheehan karena sedang pergi berlibur.

Selain melakukan penyelidikan mengenai hilangnya Rachel Solando, Teddy juga menyelidiki pasien ke 67 bernama Andrew Leaddis yang sebenarnya adalah dirinya sendiri. Dalam delusinya pasien bernama Andrew Leaddis adalah seorang pembunuh istri dan anak-anaknya dalam insiden kebakaran apartemennya. Selama menyelidiki pasien yang hilang tersebut, Teddy menemukan informasi mengenai kejanggalan yang dilakukan oleh rumah sakit Ashecliffe terhadap pasiennya. Singkat cerita, di sebuah mercusuar Teddy bertemu dengan dr. Cawley yang mengatakan bahwa sebenarnya Teddy adalah seorang pasien bernama asli Andrew Leaddis. Saat itu juga munculah rekan kerja Teddy yaitu Chuck Aule yang mengaku sebagai dr. Sheehan seorang psikiater yang merawatnya selama 2 tahun. Dan Akhir dari film Shutter Island ini ditutup dengan perkataan Andrew Laeddis atau Teddy Daniels kepada dr. Sheehan yaitu “Which would be worse, to life as monster or to die as a good man ?”. Sebuah pertanyaan mengenai hidup yang akan ia pilih; hidup sebagai monster dengan mengakui kejahatannya dan melakukan hal-hal yang membahayakan untuk menghilangkan rasa bersalahnya, atau mati sebagai orang baik yang tidak bisa mengingat dan merasakan apapun setelah dilobotomi.

Film Shutter Island memiliki alur cerita sedikit rumit, sebab menampilkan dua narasi yang berbeda, yaitu narasi menurut delusi Andrew Laeddis dan narasi dari psikiaternya. Sejak awal dibutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk mengikuti alur cerita dari film ini, karena dialog pada setiap adegannya memiliki petunjuk untuk menetukan akhir cerita. Delusi yang diciptakan oleh tokoh utama merupakan mekanisme penolakan terhadap kenyataan menyakitkan; berupa kesalahan yang tidak termaafkan oleh diri sendiri. Karenanya, film Shutter Island ini diharapkan menjadi refleksi bagi para penonton untuk mulai belajar memaafkan kesalahan, baik yang diperbuat oleh diri sendiri maupun orang lain, agar dapat menyongsong hari esok tanpa penyesalan.[Diana]

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Mengenal Gender Dysphoria, Sebuah Gangguan Identitas