Psikomedia. Sabtu (13/02) Repsigama menyelenggarakan acara Serah Terima Jabatan dan Peringatan 10 Tahun Repsigama. Acara ini diselenggarakan secara luring di Joglo Pak Kamto namun dengan jumlah peserta terbatas dan sisanya daring via Zoom.

Acara ini terbagi dalam tiga sesi utama, yaitu serah terima jabatan, perilisan aplikasi Relasi, dan peringatan 10 tahun Repsigama. Sesi pertama adalah serah terima jabatan yang diawali dengan pemasangan rompi sebagai simbol penyerahan jabatan dari Claudia Zulfiana sebagai Komandan Repsigama 2020/2021 kepada Cut Aufia selaku Komandan Repsigama 2021/2022. Sesi ini dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada Claudia lalu diakhiri dengan pemotongan tumpeng. Berakhirnya sesi ini menandai pergantian masa kepengurusan Repsigama dari periode 2020/2021 ke 2021/2022. Ana selaku panitia acara Sertijab dan Peringatan 10 Tahun Repsigama berharap kepengurusan periode 2021/2022 mampu melanjutkan kepengurusan yang sudah dibangun dari lama dengan baik, meningkatkan prestasi yang membanggakan, serta menjaga nama baik Repsigama.

Acara dilanjutkan dengan perilisan aplikasi Relasi. Nama Relasi sendiri merupakan akronim dari Relawan, Informasi, dan Inovasi. Aplikasi dengan jargon “everyone can be a volunteer” ini menyediakan berbagai informasi mengenai donor darah dan donasi . “Aku harap aplikasi ini dapat berguna bagi masyarakat untuk memberikan informasi tentang donor darah dan donasi serta semakin berkembang untuk ke depannya,” terang Ana.

Acara lalu ditutup dengan pemutaran video profil Repsigama dan ucapan selamat ulang tahun dari pengurus Repsigama terdahulu. Berbagai harapan juga dipanjatkan untuk BKM yang telah melewati satu dekade ini. Ana berharap Repsigama semakin mampu “menggandeng” organisasi lain dan juga masyarakat luas. Harapan lainnya datang dari Anggun selaku anggota Resigama 2021/2022 sekaligus peserta acara. Ia berharap Repsigama dapat semakin dikenal luas di Indonesia bahkan sampai go international. “Menurutku, Repsigama ini lumayan underrated, padahal banyak proker-proker yang luar biasa inovatif dan sangat bermanfaat dan layak buat dikenal semua orang dari segala usia dan lapisan masyarakat,” ungkapnya. Tidak hanya itu, Shafa sebagai anggota Repsigama 2021/2022 sekaligus peserta acara juga berharap Repsigama selalu menjadi BKM yang dapat membantu sesama, peduli, dan berkontribusi di bidang kemanusiaan. “Sedangkan buat aku pribadi semoga Repsigama bisa jadi rumah buat kami para pengurus baru untuk cari pengalaman dan membentuk karakter. Untuk teman-teman pengurus semoga kita bisa merealisasikan proker-proker yang keren dan bermanfaat walaupun sedang pandemi dan jadi tim yang solid untuk menebarkan kebaikan,” tambahnya.           

Acara ini terbilang sukses meskipun diselenggarakan di tengah-tengah pandemi. “Seneng banget soalnya lancar dan bisa selesai tepat waktu,” ungkap Ana. Tidak hanya itu, peserta juga tampak antusias selama acara berlangsung. “Acaranya seru apalagi waktu main games dan sesi pemotongan tumpeng walaupun sempat ada kendala. Waktu launching aplikasi Relasi aku juga bangga banget karena Repsigama bisa bikin aplikasi sekeren itu,” ungkap Anggun. Ia mengaku senang dengan acara ini karena dapat berkumpul bersama anggota lainnya walaupun secara online.

Rasa puas juga disampaikan oleh Shafa selaku peserta acara ini. “Acaranya seru dan maknanya tersampaikan walaupun dilaksanakan secara online Aku juga ngerasa excited dan fun banget karena bakal berdinamika di Repsigama bersama temen-temen. Dan sesudah sertijab, aku merasa punya tanggung jawab lebih untuk berkontribusi di Repsigama. Selain meneruskan proker, aku ingin membangun hubungan yang lebih erat lagi sama temen temen supaya berkembang dan belajar terasa lebih menyenangkan.,” tuturnya.

Liputan oleh : Angela Niwan Vidias Ratri

Editor : Tasya Asdityasha


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *