Sigmund Freud: Menggali Lebih Dalam Masa Lalu Sang Jenius

Jika kalian orang yang memiliki latar belakang psikologi, atau mengikuti perkembangan psikologi, pasti sudah tidak asing dengan sosok berpengaruh yang satu ini. Ya, siapa lagi kalau bukan Sigmund Freud, tokoh yang fenomenal di kalangan tokoh-tokoh psikologi karena mencetuskan teori Oedipus Complex. Dibandingkan dengan Adler, Jung, Murray, maupun tokoh-tokoh lain, bisa dikatakan bahwa Freud lebih “senior”, sebab Freud lahir pada tahun 1856 dari pasangan Amalia Freud dan Jacob Freud. Konon katanya, ada sebuah kisah unik mengenai kelahiran Freud. Ia lahir dalam kondisi kepalanya masih terbungkus ari-ari. Ibu Freud, Amalia, merasa senang saat mengetahui hal tersebut. Pada abad ke-19, atau mungkin hingga abad ke-21 ini, ada sebuah mitos bahwa bayi yang lahir dengan ari-ari utuh akan memiliki pencapaian besar di masa depan. Memang, hal tersebut hanyalah mitos, namun ternyata terbukti benar adanya pada kasus Freud. Ia berhasil menjadi tokoh psikologi yang sangat populer.

Sedikit bercerita tentang masa lalu Freud, ia berasal dari keluarga yang miskin. Saat Freud lahir, orang tuanya hanya tinggal di sebuah kamar sempit yang disewakan oleh seorang pandai besi. Ayahnya merupakan penjual wol yang mengalami pasang surut dalam pekerjaannya, di mana persentase kegagalannya lebih besar daripada keberhasilannya. Ketika bisnis sang ayah gagal di Moravia, ia mengajak keluarganya untuk pindah ke Vienna, Austria, yang di kemudian hari menjadi tempat Freud menetap selama hampir 80 tahun. Saat Freud masih belia, ayahnya sangat keras padanya. Sedangkan kebalikan dari ayahnya, ibunya merupakan sosok yang sangat penyayang dan sabar. Digambarkan pula ia memiliki fisik yang langsing serta menarik. Ketika Freud beranjak dewasa, ia terus mengingat masa kecil bersama ayahnya yang sangat pahit dan penuh kebencian. Namun, berkat kasih sayang ibunya, ia tetap berhasil tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan percaya diri.

Berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain, Freud diperlakukan lebih spesial saat ia masih muda. Di tengah keterbatasan keluarganya, ia diberi ruangan tersendiri dengan perabotan yang memadai dan lampu baca untuk belajar. Lain halnya dengan keenam saudaranya hanya menggunakan lilin penerang. Banyak sumber menyebutkan bahwa Freud dikenal sebagai seorang pelajar yang jenius, ia menguasai 8 bahasa dan berhasil menyelesaikan sekolah kedokteran pada usia 30 tahun. Setelah lulus, ia memutuskan untuk membuka praktek di bidang neurologi. Sekedar informasi, Freud tertarik dengan bidang kedokteran bukan semata-mata karena ia jatuh cinta dengan praktik kedokteran, tetapi karena ia ingin mengetahui lebih banyak tentang sifat-sifat manusia. Pada tahun 1900, Freud menerbitkan karyanya yang paling hebat, yakni sebuah buku yang menjadi tonggak lahirnya aliran psikoanalisa. Buku tersebut berjudul Interpretation of Dreams, yang masih dikenal hingga generasi kita. Buku yang diselesaikan pada tahun 1899 itu dibangun atas analisis Freud sendiri, yang sebagian besar memuat mimpi-mimpi yang dialami Freud. Dalam bukunya, Freud juga memperkenalkan sebuah konsep yang disebut “unconscious mind” (alam ketidaksadaran). [Vanni]

 

Referensi:

Schultz, D. P., & Schultz, S. E. (2012). Theories of Personality (10th ed.). Wadsworth, USA: Cengage Learning.

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Pentas Besar KRST 2018: Virtual Realita