The Oddball Effect : Ilusi Tentang Persepsi Waktu

Alasan mengapa terkadang waktu terasa lebih cepat dan lebih lambat berlalu.

Mengapa terkadang kita merasa waktu berjalan sangat cepat, tetapi kita juga terkadang merasa waktu berjalan begitu lambat? Fenomena ini merupakan hal yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari.  Dalam psikologi fenomena ini disebut the oddball effect.

The oddball effect menurut Stokes, Welk, Zielinska, dan Gillan (2017) adalah fenomena di mana persepsi dari sebuah peristiwa atau rangsangan tak terduga menghasilkan durasi waktu yang lebih lama.

Hal ini menyebabkan ilusi seakan waktu berjalan lebih lambat. Akan tetapi, ilusi ini tidak benar-benar terjadi, ini hanyalah sebagian efek dari proses dari serangkaian input infortmasi baru di otak kita. Pada akhirnya, tentu saja satu menit masih sama dengan enam puluh detik untuk semua orang. Perbedaan persepsi hanya disebabkan oleh pemrosesan informasi di otak, apakah proses tersebut merupakan penulisan informasi baruatau pemanggilan informasi yang sudah ada.

Salah satu eksperimen yang membuktikan tentang the oddball effect yaitu di mana partisipan ditampilkan stimulus berupa kedipan gambar bunga yang ditampilkan beberapa kali dan satu stimulus berupa gambar manga (komik Jepang) yang ditampilkan hanya sekali. Dalam eksperimen ini semua stimulus gambar dalam durasi waktu yang sama. Hasilnya mayoritas partisipan mengganggap stimulus berupa gambar manga memiliki durasi waktu yang lebih lama (Arstila, Bardon, Power, & Vatakis, 2019). Ini merupakan alasan mengapa kita merasa aktivitas yang sering dilakukan – seperti rutinitas mingguan – dipersepsi lebih cepat dilalui daripada aktivitas yang jarang dilakukan. Hal itu disebabkan karena kita terkadang melakukan aktivitas yang berulang dan cenderung monoton. Meskipun kenyataannya peristiwa tersebut terjadi dengan durasi yang sebenarnya sama.

Hal ini juga merupakan jawaban dari pertanyaan yang sering kita jumpai, yaitu mengapa ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat baru, waktu yang ditempuh selama perjalanan berangkat terasa lebih lama daripada perjalanan pulang, meskipun kedua perjalanan tersebut melalui jalan yang sama. Hal ini dikarenakan dalam perjalanan berangkat otak kita memproses stimulus informasi baru yang diterima oleh indera kita, terutama penglihatan. Sebaliknya ketika perjalanan pulang, otak kita tinggal mengolah kembali ingatan yang telah diproses ketika perjalanan berangkat.

Selain itu, hal ini juga menjawab alasan mengapa seiring bertambah dewasa seseorang, waktu terasa semakin cepat berlalu. Hal ini karena ketika kita masih kecil, otak sibuk memproses informasi-informasi baru yang diperoleh. Sedangkan ketika dewasa, kita cenderung mengulang hal yang sudah sering kita lakukan, seperti bekerja dari pagi hingga sore, kemudian sampai rumah mengalami kelelahan, besoknya mengulang rutinitas yang sama, dan begitu seterusnya. Jadi, lakukan hal-hal baru kalau kamu ingin waktu berjalan lambat.

Penulis:  Rizki Wahyu R

Editor: Nuhida Kinansa Husainy

Referensi

Arstila, V., Bardon, A., Power, S. E., & Vatakis, A. (2019). The Illusions of Time. Cham: Palgrave Macmillan.

Stokes, T. A., Welk, A. K., Zielinska, O. A., & Gillan, D. J. (2017). The oddball effect and inattentional blindness: How unexpected events influence our perceptions of time. Proceedings of the Human Factors and Ergonomics Society Annual Meeting, 61(1), 1753-1757.

More Stories
Tere Liye Undang Antusiasme Masyarakat