Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Bosan

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Bosan

Seni Berdamai dengan Rasa Bosan

               Siapa di antara kalian yang tidak pernah merasakan bosan? Bosan merupakan hal yang biasa. Semua orang pernah merasakannya. Namun, apakah kita benar-benar mengerti istilah ini?

               Disebutkan dalam media BBC News, seorang pria Rusia diberitakan telah mencuri sebuah tank dan menabrakannya ke sebuah toko hanya dengan alasan bahwa dia sedang bosan. Kemudian, media berita Echo menyebutkan bahwa di Dublin, tepatnya di Jembatan M50, seorang remaja ditangkap setelah menodongkan senjata ke arah kendaraan yang sedang melalui jalan tersebut. Sama seperti alasan tindak kriminal yang dilakukan si pria Rusia, remaja ini melakukan tindakan itu hanya karena dia sedang bosan dan ingin bermain-main.

               Rasa bosan sering kali diasosiasikan dengan berbagai hal negatif, misalnya saja pada seorang siswa yang bosan selama kegiatan belajar mengajar di kelas. Rasa bosan ini akan membuatnya tidak fokus dan pada akhirnya dapat memengaruhi capaian akademiknya. Jika direfleksikan pada kehidupan sehari-hari, kebosanan adalah keadaan yang tidak diinginkan akibat dari asosiasi dengan dampak negatif yang dimilikinya.

Namun, apakah memang benar demikian?

               Menurut O’Hanlon (1981) kebosanan didapatkan dari situasi repetitif, monoton, dan tidak menantang yang sering kali kita rasakan. Akan tetapi, rasa bosan juga dapat dijadikan pertanda ketika kita tidak bisa menganggap penting suatu hal atau ketika kita tidak mampu memperhatikan hal yang sedang kita kerjakan (Westgate, 2019). Seseorang juga akan lebih mudah merasa bosan ketika mengerjakan suatu hal yang terlalu mudah atau terlalu sulit. Penyebabnya adalah kesukaran untuk mempertahankan perhatian pada hal yang terlalu mudah atau terlalu sulit itu.

Meskipun begitu, kebosanan juga ternyata memiliki beberapa sisi positif.

“Dengan merasa bosan, kita akan mengerti bahwa kita tidak mampu menaruh perhatian lebih pada pekerjaan atau aktivitas yang sedang dijalankan.”

               Rasa bosan seolah memberi tahu bahwa situasi yang sedang berlangsung tidak sesuai dengan keinginan dan ekspetasi kita. Infomasi ini kemudian mampu memberi sinyal bahwa kita mungkin memerlukan pencapaian baru, sesuatu yang cukup menarik dan menantang agar kita tidak lagi merasa bosan.

               Jadi, sebenarnya rasa bosan tidaklah buruk atau baik. Kebosanan memang tidak menyenangkan, tetapi rasa tersebut bisa memberi tahu kita bahwa kita ternyata gagal untuk terlibat dan berkonsentrasi pada suatu aktivitas penting. Namun, apa yang harus dilakukan jika kita terperangkap dalam situasi yang membosankan? Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan itu.

  1. Aturlah kebutuhan kognitifmu

Kebutuhan kognitif itu apa, sih? Sederhananya, kamu hanya perlu menyesuaikan kapasitas pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan agar kamu bisa lebih tertantang dan nyaman dengan pekerjaan itu. Cara-cara yang dapat dilakukan seperti menambah atau mengurangi tingkat kesulitan pekerjaan yang sedang dilakukan agar kita dapat lebih berkonsentrasi. Dengan begitu kemampuanmu menjadi sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Aktivitas lain seperti mendengarkan musik, memutar radio, makan camilan, dan bahkan melamunkan sesuatu atau mengeksplorasi isi pikiran dinilai dapat mengurangi kebosanan.

2. Aturlah sumber kognitif itu

Sumber kognitif yang dimaksud adalah skala materi yang harus kamu kuasai agar dapat berkonsentrasi dengan pekerjaan yang dilakukan. Agar tidak merasa bosan, kamu bisa mengatasinya dengan memulai pekerjaan dari tingkat kesulitan rendah sebelum memulai pekerjaan dengan tingkat kesulitan tinggi. Tindakan ini dapat mempertahankan sekaligus mengembangkan kemampuanmu[1]  dalam pekerjaan yang kamu lakukan, misalnya ketika kamu sedang mempelajari materi tertentu.

3. Atur tujuan dari aktivitas yang dilakukan

Pernahkah kamu merasa bosan karena merasa kegiatan yang kamu lakukan tidak ada gunanya? Seorang siswa bisa merasa bosan ketika mengerjakan PR karena berpikir bahwa mengerjakan PR tidak terlalu bermanfaat untuknya dan tidak akan memengaruhi tujuan besarnya. Untuk mengatasi kebosanan yang disebabkan oleh hal semacam ini, kita perlu mengatur ulang tujuan kita dan berpikir bahwa kegiatan yang kita lakukan akan turut berkontribusi pada tujuan yang telah kita tetapkan.

4. Ganti aktivitasmu

Apa yang harus dilakukan jika ketiga cara di atas tetap tidak bisa mengurangi atau mungkin menghilangkan kebosananmu? Mengganti aktivitas adalah pilihan terakhir yang kita punya. Kita bisa mengganti aktivitas yang sedang dilakukan dengan aktivitas yang lebih menarik atau lebih menyenangkan (enjoyable), tergantung pada kebutuhan kita saat itu. Jika kegiatan yang dilakukan terasa tidak menantang, kita bisa mencoba beralih pada kegiatan yang menarik. Kegiatan ini biasanya tidak selalu mudah, berbeda dengan kegiatan menyenangkan yang cenderung mudah dilakukan.

Rasa bosan memang hal yang umum. Namun, ada baiknya jika kita tahu makna dari perasaan tersebut agar kita mampu mengelola rasa bosan dengan lebih baik. Dengan begitu, pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan akan jauh lebih efektif dan profuktif. [Ghania]

Penulis : Ghania Lutfi Utami

Editor : Jingga Anggun

Pustaka :

Elpidorou, A. (2014). The bright side of boredom. Frontiers in Psychology, 5, Article 1245. doi:10.3389/fpsyg.2014.01245

Ferguson, F., & McLean, S. (2019, Februari 11). Teen pointed gun at passing cars from M50 bridge ‘was bored and messing.’ Echo. Diakses dari http://www.echo.ie/tallaght/article/teen-pointed-gun-at-passing-cars-fromm50-bridge-was-bored-and-messing

Kiryukhinia, Y., & Coleman, A. (2018, Januari 10). ‘Bored’ Russian man crashes armoured vehicle into shop. BBC News. Diakses dari https://www.bbc.com/news/blogsnews-from-elsewhere-42634753

Westgate, E. C. (2019). Why Boredom Is Interesting. Current Directions in Psychological Science, 29(1), 33–40. doi: 10.1177/0963721419884309

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed
More Stories
Digitasilisasi Peminjaman Sarana dan Prasarana di Fakultas Psikologi UGM